Pages

|

Sunday, 10 November 2013

Atheist

Karya: Zeddka

 

Zaim hidup merantau jauh daripada pangkuan keluarga tersayang. Tugasnya sebagai seorang mahasiswa, mengajar Zaim untuk lebih tabah menghadapi liku liku hidup di negara asing.

"Noah, what are you looking at?" Noah masih melihat ke arah langit. Soalan nya tidak diendahkan. Zaim yang duduk bersebelahan dengan Noah, segera memecahkan lamunannya. 

"Noah!" 

  Pensyarahnya mula mengangkat suara. Noah yang ralit dibuai keindahan alam ciptaan Tuhan mula tersedar dari lamunannya. Rakan-rakan sekelas yang lain sudah ketawa melihat tingkah laku Noah yang terpinga pinga. 

"Erm, I'm sorry sir."

"Please pay attention when I'm teaching and do see me after class."

"Alright, sir."
  
  Zaim, yang dari tadi melihat telatah Noah segera bertanya. 
"Noah, are you okay?" 

"Yes, yes I'm okay. Don't worry."
  
  Melihat langit? Ah, semakin berselirat urat neuron Zaim. Noah melihat langit? Ada apa di sana? UFO? Mustahil, wujudkah UFO itu? Jangan jangan, Noah mempunyai masalah.

  Sabarlah Zaim. Sebentar lagi kau akan tahu juga. Zaim kembali menumpukan perhatian kepada pembelajaran sehingga tamat waktu. Bimbang dimarahi seperti apa yang berlaku oleh Noah tadi. 

****

"Hye, what are you staring at?" sapa Zaim yang dari tadi asyik melihat Noah termenung jauh. 

"Oh, hello Zaim." kata Noah, membalas sapaan Zaim.

"Have you met Sir Harrold?" tanya Zaim. 

"Yes. Just a few minutes ago. He really really mad at me. Hmm." jawab Noah sedikit mengeluh. 

"Do you have a problem?" soal Zaim lagi.
Noah diam.

"Lately, I saw you're not paying attention when in class. Why Noah? Did you have problem?"
   
  Noah hanya tunduk membisu. Seperti di dalam kelas tadi. Soalan yang dituju dibiarkan kosong tanpa jawapan. Barangkali lantai marmar yang dipijak itu lebih menarik perhatian Noah berbanding soalan Zaim. 

"Noah..." Zaim menyapa lembut.

"I wonder who create the sky to us? The beautiful fluffy clouds?


 Zaim tersentak. Ini rupanya yang bermain dalam fikiran Noah. Siapa pencipta kepulan awan di langit? Siapakah pencipta langit? Bagaimana Zaim mahu memberikan jawapan? Noah beragama Kristian. Zaim gusar sekiranya jawapan yang dia berikan mampu menimbulkan perdebatan. Diam diam, Zaim menundukkan kepala dan memohon agar Allah SWT memberi petunjuk 

"Zaim, what are you doing ?"

"Noah, let me tell you. The one who create this beautiful world is Allah SWT and He is the one who create the beautiful fluffy clouds."

  
  Zaim menunding jari ke arah jendela yang terbuka luas. Subahanallah! Indah sungguh ciptaan Tuhan yang Satu. 

"Allah? Is Allah your God, Zaim?" soal Noah semakin tertarik dengan penjelasan Zaim.

"Yes. Allah is my God and Muhammad SAW is my prophet and Islam is my religion." jelas Zaim lagi. 

"Zaim, should everyone in this world have God? Prophet and religion?" soal Noah bertalu talu. 

"Yes, Noah." balas Zaim ringkas. 

"Then, who is my God? Who is my prophet and why I don't have religion, Zaim?"


  Zaim terkejut dengan pertanyaan Noah. Mustahil, Noah tidak beragama. Sekiranya benar sangkaan Zaim, ini bermakna Noah seorang ATHEIST! Allahuakbar! Saat itu, Zaim merasakan nikmat mempunyai Tuhan.

"I have a problem, Zaim. I always see my Muslim friends raise up their hands and pray when they have problems. But, I don't know to whom I could tell my problems. I wish I could have a God, Zaim." kata Noah sayu. 


  Zaim merasakan ada air mata mengalir ke pipi. Zaim menangis. Menangis kesyukuran. "Ya Allah, Terima kasih. Hamba masih mempunyai Tuhan yang tak pernah putus putus memberi kasih sayangNya." getus hati Zaim. 

"Zaim? Are you crying? I'm sorry.." pujuk Noah. Risau.
Zaim menyeka air matanya. Sungguh, hanya Allah sahaja yang tahu betapa pilunya hati Zaim. "No, Noah. I'm okay.


  Zaim mengeluarkan sesuatu daripada beg galasnya lalu diserahkan kepada Noah.

"Ipod?

"Go home and listen." kata Zaim sambil mengemas semula barangnya. Noah mula mengorak langkah keluar dari perpustakaan. Zaim hanya melihat dari jauh susuk tubuh kecil sahabat baiknya itu.


"Astaghfirullah ! Tak solat Zuhur lagi. Asar dah nak masuk." Zaim lantas menuju ke surau berdekatan. Walaupun sibuk dengan urusan kerja. Tetapi, suruhan Ilahi jangan diabaikan. 


****

Langit kelihatan biru. Subahanallah. Angin bertiup lembut. Terasa sungguh sejuk pada ketika itu. Yelah. Tidak lama lagi, musim sejuk di bumi Switzerland ini. 

"Assalamualaikum, alone?" sapa Zaim.

"Waalaikumussalam, no. Allah SWT is with me." kata Nuh sambil tersenyum.


Nuh? Siapakah itu? Ya. Tidak lain tidak bukan, itu lah Noah. Kini, dia bergelar Islam. Alhamdulillah. Syukur kepada Allah SWT. Dia lah yang telah memberi hidayah kepada Nuh. Atas doa Zaim yang tidak putus putus juga. 

"Zaim, thank you. So much. Thank you for bringing me to the right path. To the right religion. I felt very in peace, now." kata Nuh sambil memandang Zaim.

"Nahh. Don't thank me but be grateful to Allah SWT." balas Zaim dengan rendah diri. 

"May Allah bless you, my friend. I love you, ya sahabah." kata Nuh sambil menepuk bahu sahabatnya itu. 

"Allah loves you more, Nuh." Zaim tersenyum.



"Semoga hidup dalam rahmat dan barakah-Nya, Muhammad Nuh." bisik hati Zaim.